headline photo
Showing posts with label ngesek. Show all posts
Showing posts with label ngesek. Show all posts

Jadi Petualang Seks Bisa Seliar dalam Fantasi

AWALNYA begitu menarik dan fresh. Namun belakangan, jika Anda punya gairah untuk bercinta, maka misionaris menjadi posisi yang diandalkan. Apakah hanya itu yang membuat kehidupan seks Anda hot?

Banyak pasangan, khususnya wanita, bertanya, apakah perlu berusaha keras, berpetualang, dan beraksi lebih berani di ranjang agar hubungan seks semakin menggairahkan?

"Pada awal hubungan, banyak komponen menjadi bahan bakar erotisme secara alami, sebut saja misteri, kegembiraan, kebaruan, dan fantasi. Adrenalin meningkat saat kita berhubungan seks dengan pasangan baru. Kita menjadi lebih berani, terbuka, dan mau meluangkan waktu untuk mengeksplorasi hubungan kita, secara emosional dan seksual. Harapannya tentu agar hubungan akan terus bergairah secara alami, seperti pada awal hubungan,” kata Lori W Hollander, pakar hubungan, seperti dikutip dari Galtime.

Tapi tentu saja, kehidupan pernikahan berjalan dan kehidupan sesungguhnya mulai memengaruhi. Anda menjadi sibuk dengan tugas sehari-hari, misal membesarkan anak-anak, menaiki tangga karier, merawat orangtua, dan sebagainya.

"Akhirnya, hanya ada sedikit waktu untuk rileks, sangat sedikit dari kebutuhan untuk mengupayakan kehidupan seks tetap erotis. Dan setelah semua yang terjadi, kita berpikir, "bukankah seks panas datang secara alami?," paparnya.

Namun Lori mengatakan, seks panas tidak datang bagai berkah dari langit. Anda perlu berusaha untuk menjaga perasaan erotis dan gairah tetap hidup.

"Kita harus menemukan cara untuk menciptakan misteri, kesenangan, dan petualangan secara sadar. Karena rutinitas dan tanggung jawab sehari-hari, kita lupa bagaimana untuk 'bermain," ujarnya.

Permainan orang dewasa adalah seks erotis. Bagi banyak dari kita, sulit untuk melakoni urusan sehari-hari kemudian bersantai melepaskan kelelahan lewat seks. Padahal, seks dan cinta erotis adalah tentang membiarkan kepenatan pergi dan menyerah pada perasaan menyenangkan.

Petualangan seks

Namun, apa bentuk petualangan seks yang benar-benar berarti? Apakah kita harus mewujudkan seks dengan cambuk atau borgol?

"Terserah pada masing-masing pasangan,“ katanya.

Ia mencontohkan, bisa dengan morning sex lalu sarapan atau mencoba posisi seks berbeda, bisa bermain dengan sebuah fantasi seks, atau berhubungan seks di tempat tak biasa, bisa juga mencoba mainan seks.

"Yang penting, masing-masing saling berkomunikasi tentang keinginan mereka dan bekerja sebagai tim untuk memenuhinya. Lanjutkan dengan obrolan soal pengalaman baru di ranjang. Selama masing-masing tidak ada yang tersakiti, baik secara fisik maupun emosional, menjadi petualang seks dapat seliar imajinasi kita," terangnya.

30 Alasan Seks Terbaik di Usia 30-an

KETIKA usia menginjak 30 tahun, rasanya hal-hal tertentu menjadi lebih buruk, sebut saja bentuk badan dan vitalitas. Beruntung, kehidupan seks tidak termasuk di dalamnya.

Banyak orang mengakui, performa seks mereka seperti berada di puncak saat usianya 30 tahun. Aktris Hollywodd Reese Witherspoon, misalnya. Baru-baru ini, ia mengatakan kepada US Weekly bahwa kehidupan seksnya meningkat dengan pesat di usianya yang 30-an.

Tentu, Anda tidak perlu menjadi selebriti super hot untuk bisa memiliki kehidupan seks sepertinya. Hilangkan perasaan tidak nyaman dan kecemasan Anda karena pertambahan usia, karena Anda masih cukup muda untuk merasa seksi (tidak untuk mengatakan bahwa wanita yang lebih tua tidak hot, hanya menekankan bagaimana perasaan wanita tentang dirinya sendiri).

Coba simak 30 alasan mengapa usia 30 menjadi dekade seks terbaik bagi wanita. Berikut, seperti diulas Thestir
  1. Energi. Memang, energi Anda tidak sebanyak ketika usia 20-an, tapi Anda masih punya cukup cadangan untuk beraksi di ranajng.
  2. Kenal diri. Anda akhirnya mengenal diri dengan lebih baik, termasuk apa yang diharapkan, apa yang diinginkan, dan apa yang tidak disukai dari seks.
  3. Komitmen. Anda lebih menghargai komitmen sehingga hubungan yang dijalani menjadi lebih tenang daripada hubungan yang pernah dimiliki di masa lalu.
  4. Pengalaman. Lebih dari satu dekade Anda bereksplorasi dalam seks sehingga menjadi lebih berpengalaman, sebut saja phone sex, menonton pornografi, dan sebagainya.
  5. Tubuh. Anda menjadi lebih nyaman dengan tubuh dan tahu bagaimana merawatnya dengan lebih baik.
  6. Puncak. Puncak performa wanita baik secara seksual maupun kebugaran adalah di usia 30-an.
  7. Hambatan. Hambatan dimaksud bukan kesulitan tetapi Anda merasa kuat untuk bertahan lebih lama di ranjang.
  8. Mandiri. Kemandirian Anda juga melingkupi kehidupan ranjang.
  9. Cinta. Anda mungkin telah menemukan hubungan cinta penuh kedewasaan atau paling tidak, Anda telah merasakannya.
  10. Variatif. Anda mahir mempraktekkan beberapa gaya seks, jadi cukup bagi pasangan untuk mengetahui apa yang Anda suka.
  11. Masturbasi. Anda tahu bagaimana memanfaatkan masturbasi untuk membuat seks yang lebih baik bersama pasangan.
  12. Percaya. Anda tahu siapa yang harus dipercaya dan bagaimana bisa menjadi pribadi yang bisa dipercaya.
  13. Terbuka. Sebagian orang pikirannya menjadi lebih terbuka dengan bertambahnya usia mereka, tetapi usia 30-an juga waktu di mana Anda berpikiran terbuka untuk bereksperimen dan bermain.
  14. Cerdas. Anda jauh lebih cerdas di usia 30-an, baik dalam sisi akademis maupun pengendalian akal sehat.
  15. Toleransi. Banyak hal bisa Anda pahami dengan lebih baik karena mempertimbangkan kepentingan pasangan, tidak seperti dulu.
  16. Pengetahuan. Anda tahu apa yang Anda inginkan dan bagaimana mendapatkannya.
  17. Orgasme. Orgasme Anda menjadi lebih baik.
  18. Turn on. Anda semakin tahu apa yang membuat diri dan pasangan mudah turn on.
  19. Tertawa. Anda tahu bahwa tertawa (alias rasa bahagia) adalah bagian paling penting dari seks dan bagaimana mendapatkan kebahagiaan itu.
  20. Waktu. Wanita di usia 30-an lebih bisa memanfaatkan waktu yang dimiliki.
  21. Disiplin. Biasanya, usia matang membuat Anda lebih disiplin.
  22. Percaya diri. Anda menjadi lebih percaya diri dengan bentuk tubuh dan pilihan pribadi.
  23. Hasrat. Hasrat seks akan terus tumbuh dan tumbuh.
  24. Kata. Anda tahu lebih banyak soal kosa kata dalam urusan ranjang, jadi manfaatkan dengan baik ketika berhadapan dengan pasangan.
  25. Rileks. Hal-hal dalam seks yang sebelumnya membuat Anda stres, kini tak lagi Anda temui.
  26. Batasan. Tak ada keterbatasan, baik cairan Miss V ataupun performa kaku di ranjang sehingga memungkinkan Anda untuk bereksperimen lebih lanjut.
  27. Ketakutan. Ketakukan Anda hilang, jadi katakan pada pasangan apa yang buruk dan apa yang baik bagi tubuh Anda selama sanggama.
  28. Payudara. Payudara Anda belum akan menurun penopangnya hingga satu dekade ke depan.
  29. Bugil. Anda mulai menyukai seks bukan sebagai kewajiban.
  30. Berciuman. Keahlian meningkat, ciuman pun jadi semakin nikmat.

Ingin Seks Lebih Baik? Buka Mulut Anda!

Para wanita, berhentilah pura-pura orgasme. Kalau Anda ingin menikmati kehidupan seks lebih membahagiakan, buka mulut Anda sekarang.

Sebuah artikel yang dibuat New York Post baru-baru ini menunjukkan bahwa kebanyakan pria—85 persen, pada kenyataannya—percaya bahwa mereka telah memuaskan hasrat seks pasangannya. Padahal, hanya 64 persen wanita mengatakan bahwa mereka merasakan orgasme tiap berhubungan seks.

Pusat Kampanye Kesehatan Seksual di Indiana University melakukan penelitian dengan mewawancarai 5.865 warga Amerika Serikat usia 14-94 tahun tentang kebiasaan seksual mereka. Mereka menemukan bahwa pria tidak punya tanda yang jelas apakah pasangannya telah orgasme selama sanggama.

Jadi para wanita, kalau Anda belum orgasme, katakanlah kepada pasangan! Dengan berpura-pura orgasme, Anda turut bersalah dengan kehidupan seks Anda yang buruk.

Memang, sebagian orang menganggap bahwa hubungan seks yang memuaskan tidak selalu mensyaratkan. Namun, kita coba kesampingkan dahulu pandangan demikian.

Variasikan banyak teknik

Terdapat sebagian wanita yang tidak dapat orgasme hanya dengan penetrasi Miss V. Untuk Anda yang menjadi bagian di dalamnya, minta pasangan untuk memvariasikan berbagai teknik rangsangan selama bercumbu. Seraya, tentu saja, Anda mengenakan lingerie seksi untuk membuatnya semakin horny mencumbu Anda.

Kemudian, daripada berpura-pura orgasme, lebih baik katakan padanya, "Aku enggak terangsang saat kamu mencumbu dengan cara ini.”

Atau bisa dengan kalimat penguatan positif, seperti " Aku sangat suka kalau kamu..." atau mengerang sambil berkata, "Terus, persis seperti itu...".

Juga, kirim petunjuk non-verbal. Gerakkan tubuh Anda jika rangsangannya tidak efektif. Jika pasangan Anda cukup cerdik, ia akan mendapatkan maksud petunjuk tersebut.

Kita tidak bisa mengharapkan seorang pria untuk benar-benar baik di tempat tidur jika kita tidak berbicara. Tidak suka kalau dia memakai kaus kaki selama berhubungan seks? Dengan segala cara, katakan padanya! Jangan hanya benci dan mengeluh kepada pasangan sementara dia berpikir dirinya adalah master di ranjang.

Ereksi Pria Butuh Ikatan Emosional

Ternyata pria tidak melulu langsung ingin bercinta dan ereksi ketika tidur bersama seorang perempuan. Sebelum ngeseks, biasanya pria ingin membangun ikatan emosional terlebih dahulu terhadap pasangan tidurnya.

Memang agak sulit dipercaya, tapi dengar dulu apa yang ditemukan seorang peneliti di Indiana University, The Kinsey Institute for Research in Sex, Gender and Reproduction, Dr Erick Janssen.

Janssen melakukan penelitian terpisah terhadap 50 pria antara usia 18-70, tentang keinginan dan gairah seksual mereka.
Fakta menunjukkan memang pria memiliki kecenderungan pada perempuan bertubuh indah dan berwajah cantik. Selain itu pria juga mengakui, selain daya tarik fisik, mereka juga lebih memilih perempuan yang pintar dan memiliki kepercayaan diri.

Kepada perempuan, jangan khawatir dahulu jika tidak bertubuh indah atau berwajah cantik. Karena Janssen juga menemukan, bahwa ternyata tidak hanya kedua hal itu saja yang membuat pria tertarik. Tetapi yang utama karena adanya ikatan emosional.

Memang terdengar agak sulit dipercaya. Tetapi dalam hal bercinta ternyata pria masih memiliki perasaan. Artinya pria tidak bisa langsung landing dan menikmati aktivitas seks bersama teman tidur, tapi juga butuh membangun ikatan emosional dengan pasangannya.

Selain itu, Janssen juga mengatakan, ada banyak hal yang mempengaruhi pikiran, perasaan, dan tingkah laku seorang pria dalam hal seks.

Wow Dibayar Rp10 Ribu Pelacur Ngeseks di Kuburan

Satu diantara enam Pekerja Seks Komersial (PSK) yang terjaring razia petugas Satpol PP Kota Surabaya adalah Mulyati (50). Perempuan asal Glemor, Banyuwangi, Jawa Timur, ini ditangkap di kawasan makam Kembang Kuning, Surabaya.

Saat ditangkap, Mulyati sedang ngeseks di atas salah satu makam. Anehnya, petugas hanya menangkap Mulyati, sedangkan pria hidung belang pemakai jasa seks Mulyati dibiarkan bebas.

Seusai ditangkap petugas, Mulyati menyesalkan sikap petugas yang menangkapnya. “Saya waktu itu baru dapat satu pria. Ya pria itu dan itu pun belum dibayar,” kata Mulyati saat digelandang ke truk Satpol PP.

Mulyati mengaku waktu itu dirinya hanya dibayar Rp10 ribu untuk sekali main. “Saya ini sudah tua, Mas. Kalau ada yang membayar 10 ribu ya saya layani. Rp5 ribu pun juga saya layani. Yang penting ada pemasukan,” katanya.

Uang hasil melayani pria itu dia gunakan untuk menghidupi anaknya di Banyuwangi. “Saya punya seorang anak yang masih sekolah. Uang hasil kerja di Surabaya ini saya pakai untuk membiayai sekolah anak,” tuturnya.

Mulyati mengaku terpaksa menjadi PSK lantaran tak ada pekerjaan lain. “Saya pernah jadi pembantu, tapi gak lama. Dan sekarang saya sudah tua, mana ada pembantu tua. Akhirnya ya kerja beginian,” katanya.

Selain Mulyati, pekerja seks yang terjaring ialah Yanti (39) asal Pulorejo, Mojokerto; Haryati (40) warga Kupang Praupan; Tutik (50) asal Jombang; Dian (23) asal Ngantang, Malang; dan Endah (26) asal Pekalongan, Jawa Tengah.